Jumat, 27 Maret 2009

hari bumi


"Hari bumi merupakan komitmen untuk membuat / menjadikan kehidupanlebihbaik. Ini merupakan hari untuk menguji kembali etika /tata susila kemajuan individu pada nilai nilai kemanusiaan. Hari inimerupakan hari untuk mencari hari esok. 22April mencari kehidupan masadepan yang berharga. 22April untuk menentukan hari esok

Jumat, 20 Maret 2009

pRaKeriN

menurut saya belum semua kompetensi yang diberikan mencakup semua aspek yang dibituhkan oleh kriteria.


pErSaHaBaTaN

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkandan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatanmempunyai nilai yang indah.Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapipersahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkanbertumbuh bersama karenanya…Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapimembutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatandiwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukandengan tujuan kebencian.Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahanuntuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnyaia memberanikan diri menegur apa adanya.
Beberapa hal seringkali menjadi penghancurpersahabatan antara lain :

1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)

2. Ketidakterbukaan

3. Kehilangan kepercayaan

4. Perubahan perasaan antar lawan jenis

5. Ketidaksetiaan.Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkanoleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

pErjuAnGan KaRtiNi paDa gEnEraSi waNiTa


Berkat RA Kartini, kini kaum wanita di Indonesia bisa setara dengan kaum pria baik dalam hal kedudukan maupun persamaan sosial lainnya. Terutama dalam hal pendidikan, tanpa Ibu kita RA Kartini, wanita Indonesia masih buta huruf dan hanya ditakdirkan di rumah melayani keluarga tanpa boleh mengutarakan pendapat, tanpa Ibu kita Kartini tidak akan mungkin muncul bibit-bibit penulis wanita yang handal dan pemimpin-pemimpin wanita di Indonesia saat ini. Mengingat perjuangan beliau untuk dapat bersekolah meski hanya sesaat, kemudian tanpa putus asa terus belajar dari buku-buku bahasa Belanda dan Ia terus bertukar pikiran dengan teman-temannya di negeri Belanda melalui surat meskipun pada saat itu Ia dalam keadaan dipingit .
Sejak masih gadis, Kartini telah merealisasikan keinginannya untuk memajukan pendidikan kaum wanita, dengan mendirikan sekolah cuma-cuma khusus wanita di kota kelahirannya, Jepara. Setelah menikah, Kartini juga mendirikan sekolah di Rembang. Hal tersebut menginspirasi wanita-wanita lainnya dengan mendirikan "Sekolah Kartini" di beberapa kota yaitu Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, dan Cirebon.RA Kartini wafat pada usia 25 tahun, pada tanggal 17 September 1904 ketika melahirkan putra pertamanya. Gaung perjuangan Kartini lebih menggema sepeninggalnya, di antaranya didukung oleh kumpulan surat Kartini yang dikumpulkan dalam sebuah buku dengan judul Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Buku yang diterbitkan pada tahun 1911 tersebut memuat 87 buah surat Kartini kepada sahabat-sahabatnya. Atas upaya Direktur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan: Mr JH Abendanon menerbitkan surat-surat Kartini, hingga kini citra dan cita-cita Kartini kita kenal dan kenang. Buah karya RA Kartini yang sangat luar biasa dan mendobrak nasib serta mengubah sejarah wanita Indonesia sejak saat itu
Pemikiran progresif Kartini yang tertuang dalam kumpulan suratnya, menggambarkan kebebasan berpikir Kartini yang tidak terkungkung oleh keadaan. Meskipun dalam kehidupan nyata Kartini mengalami dan menyaksikan ketidakadilan bagi kaum perempuan, dengan guratan pena Kartini terus menyuarakan semangat pembaruan bagi wanita Indonesia.Meskipun hanya dapat meraih pendidikan sampai E.L.S. (Europese Lagere School) atau tingkat sekolah dasar, kecerdasan Kartini tampak melebihi wanita pada saat itu. Dengan kritis Kartini menuliskan ketertinggalan kaum wanita Indonesia dibandingkan wanita dari bangsa lain terutama dari Eropa. Wanita Indonesia belum memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk meraih pendidikan. Bahkan untuk memilih pasangan hidup pun, wanita Indonesia tidak dapat melakukannya pada saat itu.
Kegemaran membaca dan menulis Kartini ternyata akhirnya menjadi penyambung sejarah antar generasi wanita Indonesia pada jamannya hingga saat ini. Oleh karena itu, demi mengingat perjuangan Kartini hingga tercapainya emansipasi wanita, Jendelailmu.com mengangkat buku-buku yang ditulis oleh pengarang wanita dalam negeri, motivasi untuk wanita, dan motivasi untuk menulis. Tentunya semua dengan harga special di hari special untuk wanita-wanita Indonesia yang special. Bagi wanita Indonesia, jangan batasi wawasan Anda.

LinK=>www.jendelailmu.com



Jumat, 13 Maret 2009

PeRsiapan Sebelum prakerin

persiapan sebelum prakerin:
1. mental
2. ilmu
3. nilai-nilai pelajaran
4.penampilan



Jumat, 13 Februari 2009

Peran peMuda

syarat utama pemilu yaitu harus berusia 17 tahun,namun biasanya banyak yang menjadi Golongan Putih (golPut)

saya tidak tahu bagaimana mencari solusi atas permasalahan ini, namun yang harus diingat bahwa kita telah diberi hak oleh negara untuk memilih jadi jangan sia-siakan kesempatan ini..^_*

Terima Kasih





InDonesiA MeMiLih 2009


Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2009
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari
Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2009)


Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2009 diselenggarakan untuk memilih pasangan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2009-2014. Pemilihan Umum ini adalah yang kedua kalinya diselenggarakan di Indonesia.
Pemilu ini dijadwalkan akan berlangsung di bulan
Juli 2009.

Sistim Pemilihan Umum
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilihan Umum Anggota
Dewan Perwakilan Rakyat 2009. Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari 50% dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya 20% suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Apabila tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum dipilih oleh rakyat secara langsung dan pasangan yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Bakal Calon Presiden
Sejumlah tokoh telah mengumumkan akan mencalonkan diri atau menerima pencalonan pada 2009, diantaranya:
Mantan
Presiden Abdurrahman Wahid
Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung
Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri
Direktur Eksekutif
Freedom Institute Rizal Mallarangeng
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
Mantan
Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra
Tokoh-tokoh yang telah menyatakan kemungkinan akan mencalonkan diri antara lain
Gubernur Yogyakarta Hamengkubuwono X.
Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Mantan Panglima Kostrad Prabowo Subianto,
Tokoh-tokoh lain yang dianggap memiliki peluang dalam pemilihan presiden antara lain,
Mantan
Panglima Tentara Nasional Indonesia / Panglima ABRI Wiranto

Survei
Survei nasional yang diumumkan oleh
Pusat Studi Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (Pusdeham) pada November 2007 (jumlah responden=3527) menunjukkan 17,1% responden mendukung Hamengkubuwono X; Ketua MPR Hidayat Nur Wahid 11,7%; Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir 8,7%; Yusril Ihza Mahendra 8,6%; dan Anas Urbaningrum 3,9%.
Survei nasional yang diumumkan oleh
Indo Barometer pada Desember 2007 (n=1200) menunjukkan 49,5% responden akan mendukung Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilu 2009, Yusuf Kalla didukung 21,7%, dan Hamengkubuwono X mendapatkan 14,7%.
Survei nasional yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia pada Januari 2008 (n=1200) menunjukkan dari 20 nama calon, Susilo Bambang Yudhoyono didukung oleh 34%, Megawati 24.2%, Sri Sultan 6.6%, Gus Dur 4.4%, Wiranto 4.1% Amien Rais 3%, dan Jusuf Kalla 1.9%.

Link : http://id.wikipedia.org/wikiPemilihan_umum_Presiden_indonesia_2009.